Pengalaman Haji Haryono Suyono

Dituntun di Lautan Manusia

Prof Dr Haryono Suyono, mantan Menko Kesra RI
Prof Dr Haryono Suyono, mantan Menko Kesra RI

Haryono Suyono sebenarnya mendapatkan fasilitas dari negara untuk melaksanakan ibadah haji dengan ONH Plus bersama pejabat lainnya. Fasilitas kamar khusus disediakan, tidak perlu berjejal-jejal seperti jamaah reguler lainnya. Bahkan, dijamu sebagai tamu VIP oleh Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi.

Tapi, ia memilih menjalankan ibadah haji menggunakan fasilitas layaknya haji reguler. Kamar mewah dengan fasilitas lengkap dia tolak. Haryono memilih haji regular dan tinggal di pemondokan, sekamar dengan 20 jamaah haji Indonesia lainnya.

Panggilan hati untuk dekat dengan masyarakat dari hati kecil Haryono tak bisa ditolak, sebagaimana kerap ia lakukan saat menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra). Di dalam kamar yang penuh sesak dan tak ber-AC, Haryono merasakan suatu keakraban yang luar biasa.

Saling berbagi makanan, saling berbagi ruang. Bahkan, saling mengingatkan untuk beribadah menjadi keseharian selama ibadah berlangsung. Tak urung, usianya yang sudah cukup lanjut membuat ia ditempatkan sebagai orang yang dituakan.

Sampai suatu hari, tiba waktu lempar jumrah. Semua jamaah antre untuk melakukan jumrah di tengah lautan manusia yang membludak. Haryono yang berada di barisan depan bersama puluhan rekan jamaahnya yang saling bergandengan seperti diberi kemudahan.

“Seakan ada yang menuntun kami dari lautan manusia itu sehingga kami bisa melempar jumrah dengan lancar,” dia menuturkan pengalamannya saat berhaji.

Terpetik dalam hati Haryono bahwa Allah SWT meridhai setiap langkah yang ia lakukan bersama rekan jamaah lainnya. Dalam hati dia berkata, “Sepanjang niat baik selalu menyertai ibadah haji, insya Allah semua berjalan lancar.

“Pengalaman yang begitu mengesankan kembali menghampiri Haryono kala ia harus membantu seorang jamaah yang melompat tembok menghindari gencetan. Tubuhnya yang kecil dengan berat tak lebih dari 60 kilogram secara menakjubkan bisa menjadi pijakan jamaah lainnya yang tinggi besar dengan berat lebih dari 80 kilogram. Haryono yang menjadi pijakan, bahkan tidak merasakan suatu beban yang berat. “Semua ringan-ringan saja,” ucapnya.

Saat tengah beribadah, Haryono harus segera pulang ke Tanah Air untuk urusan negara. Kepulangannya yang mendadak disambut rasa kaget oleh jamaah sekamarnya. Rasa sungkan rekan-rekan sekamarnya membuat mereka memperlakukan Haryono secara berbeda layaknya pejabat. Namun, dalam hati Haryono sedikit lega karena sebagai seorang pemimpin ternyata ia bisa mengayomi rakyatnya.*

Sumber: REPUBLIKA, Jurnal Haji, Selasa 11 Oktober 2011

BACA JUGA:
Pengertian Haji
Badal haji dalam Mazhab Fikih
Pengalaman Haji Giring Nidji

2 thoughts on “Pengalaman Haji Haryono Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *