Nigeria, Ebola dan Visa Haji

ِWarga Nigeria Tetap Boleh Naik Haji Meski Negaranya Terjangkit Virus Ebola

Jamaah Haji Nigeria
Jamaah Haji Nigeria

Pemerintah Arab Saudi tidak menolak jamaah haji dari negara-negara Afrika Barat, termasuk Nigeria, meski kawasan tersebut sedang terjangkit wajah ebola yang mematikan. Otoritas Saudi menilai, wabah itu tidak besar menyebar sehingga tidak terlalu mengkhawatirkan.

“Kami tetap memberi visa pada jamaah haji asal Nigeria. Ada sekitar 70.000 jamaah haji dari negara-negara Afrika Barat setiap tahunnya,” kata Mohammed al-Khasheem, wakil menteri kesehatan Arab Saudi kepada Arab News.

Namun demikian, pihak Kementerian Kesehatan Arab Saudi terus berkomunikasi secara intens dengan Organisiasi Kesehatan Dunia (WHO) menyangkut perkembangan terakhir penyebaran virus Ebola dan penyakit-penyakit menular lainnya.

“WHO memahami benar situasi di Mina dan Arafat selama musim haji, dan kita tidak perlu khawatir dengan kasus Ebola yang terjadi di Nigeria yang jumlahnya sedikit,” katanya.

Menurut data WHO, sampai 5 September virus mematikan ini telah memakan korban lebih dari 2.000 jiwa di tiga negara Afrika Barat (Guinea, Liberia dan Sierra Leone).

Republik Guinea yang mayoritas penduduknya Muslim, merupakan negara terparah yang terjangkit Ebola akhir-akhir ini. Virus Ebola sendiri awalnya ditemukan pada 1976 di Republik Demokratik Kongo.

Waspada

Nigeria adalah negara berpenduduk terbesar di Afrika, termasuk populasi Muslimnya yang mencapai lebih dari 100 juta. Nigeria juga termasuk salah satu negara yang paling awal menyatakan keadaan darurat nasional untuk menghadapi virus ini dan mencegahnya agar tidak mennyebar luas.

“Kami telah mengambil tindakan pencegahan untuk mencegah wabah Ebola di Arab Saudi selama musim haji,” kata al-Khasheem. “Kami juga telah melakukan persiapan awal untuk ibadah haji tahunan ini,” tambahnya.

Muslim dari seluruh dunia tumpah ke Mekkah setiap tahun untuk melakukan ibadah haji, salah satu dari lima rukun Islam. Setiap Muslim dewasa yang sehat tubuhnya dan memiliki kemampuan finansial untuk membiayai perjalanan hajinya, wajib mengerjakan ibadah ini setidaknya sekali dalam seumur hidup.*

Sumber: OnIslam.net

BACA JUGA artikel mengenai Tawaf, Puskeshaji, atau manasik haji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *