Napak Tilas Jabal Tsur

Napak Tilas Jabal Tsur

Oleh : Ustadz Bobby Herwibowo (Pengasuh Majelis Al-Kauny)

TANYA: Ustadz, apakah perlu kita mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Makkah, seperti Gua Tsur?

Suparman, Cilandak

JAWABAN :

Jabal Tsur, Mekkah
Jabal Tsur, Mekkah

Saat seorang Muslim berada di Makkah al-Mukarramah, mungkin ia berkunjung ke sebuah tempat bersejarah di sana bernama Jabal Tsur. Tempat ini menjadi saksi sejarah penting umat Muslim generasi pertama. Tidak hanya Rasulullah saw., tetapi juga Jabal Tsur memberi kesaksian atas pengorbanan hebat yang ditunjukkan oleh para sahabat Rasulullah saw.

Memang tidak ada dalil yang memerintahkan untuk berkunjung ke Jabal Tsur. Namun, barangkali saat setiap Muslim membaca sejarah kemudian mereka mengunjunginya, maka akan ada satu benang merah yang dapat mereka rasakan bahwa dalam menyebarkan agama Allah diperlukan pengorbanan.

Malam itu rumah Rasulullah saw. dikepung oleh sejumlah pasukan anak muda gagah perkasa dari seluruh kabilah kafir di Makkah. Mereka semua bermaksud membunuh Muhammad agar ia urung hijrah ke Madinah. Namun, kuasa Allah berkehendak lain. Rasulullah saw. beserta Abu Bakar bisa keluar dari kepungan dengan sebuah mukjizat yang membuat semua musuh tertidur. Dan, mereka pun keluar rumah dengan selamat. Saat para pembunuh itu terjaga dan merangsek masuk ke dalam rumah, di sana terlihat seonggok badan berselimut berada di atas dipan. Semua dari mereka sudah menghunus pedang untuk membunuh manusia berselimut yang dikira adalah Muhammad. Saat selimut tersingkap, ternyata dialah Ali bin Abi Thalib ra, sepupu sekaligus menantu Rasulullah yang rela menyabung nyawa demi menyelamatkan Rasul saw.

Merasa tertipu, musuh pun mengejar Rasulullah saw. lewat bantuan para pencari jejak. Rasulullah saw. berlari tergopoh bersama Abu Bakar hingga keduanya tiba di Jabal Tsur. Keduanya bersembunyi di dalamnya dari kejaran musuh.

Pengorbanan kedua dilakukan oleh para makhluk Allah Ta’ala. Seekor laba-laba membuat sarang dengan begitu cepat di mulut gua. Ditambah lagi, ada sepasang merpati yang sigap membuat sarang di tempat yang tidak jauh berbeda. Makhluk-makhluk Allah ini berkorban dengan sekuat tenaga untuk melindungi Rasulullah saw. dari kejaran musuh.

Abu Bakar ra pun turut berkorban. Saat tubuh letih dan lemah, ia mempersilakan Rasulullah saw. tidur dipangkuannya. Terdengar desis ular keluar dari sebuah lubang. Abu Bakar ra menghalaunya dengan jari kaki sehingga terpatuk ular berbisa. Tubuh Abu Bakar ra menggigil karena sengatan bisa, keringat dingin bercucuran dari dagunya dan menetes di pipi Rasulullah saw. yang tengah terlelap tidur. Saat ditanya oleh Rasul saw., mengapa Abu Bakar tidak memberitahukan kejadian itu, ia menjawab singkat bahwa ia tidak ingin mengganggu ketenangan tidur Rasulullah saw..

Kisah pengorbanan lainnya juga diperankan Asma binti Abu Bakar ra yang selalu memberi suplai makanan. Maka, inilah Jabal Tsur yang menjadi bukti dari pengorbanan seorang Muslim demi membela dan menyebarkan ajaran agama yang mereka yakini. Tidak peduli meski nyawa menjadi imbalannya. Dan, Jabal Tsur hanyalah sebuah gunung batu dari sejumah gunung yang ada di Makkah.

Sumber: Jurnal Haji, REPUBLIKA

BACA JUGA:
Manasik Haji
Makna Ibadah Haji
Doa Haji

2 thoughts on “Napak Tilas Jabal Tsur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *