Mekah

Cinta Mekah

Mekah adalah cinta. Di kota paling suci bagi umat Islam inilah rasa cinta kepada Allah tertumpah ruah setiap hari, apalagi di musim haji. Ratusan ribu Muslim dari seluruh dunia setiap hari membanjiri Mekah untuk ibadah umrah di Baitullah, dan jumlah itu mencapai jutaan saat puncak ritual haji di setiap bulan Dzulhijjah.

Rasa cinta kepada-Nya telah mendorong Muslim hadir di Mekah. Mereka tak peduli harus mengeluarkan biaya besar, baik untuk tiket transportasi maupun akomodasi di sana, asal bisa sampai ke Rumah Allah yang agung.

Bagaimana umat Islam tidak merasa cinta pada Mekah, sementara Mekah sendiri kota yang sangat dicintai Allah dan Rasul-Nya? Di lembah yang awalnya bernama Bakkah ini telah dibangun tempat ibadah pertama kali di dunia ini, seperti dinyatakan sendiri oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya:.

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Ali Imran: 96)

Rasulullah saw. lahir dan di besarkan di Mekah. Beliau hidup sekitar 53 tahun di kota ini sebelum hijrah ke Madinah atas perintah Allah. Sebetulnya berat sekali beliau meninggalkan Mekah, karena beliau sangat cinta pada Mekah.

Diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah saw. berada di bukit bernama Khazwarah, beliau bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya engkau (Mekah) adalah bumi (negeri) yang paling baik dan paling dicintai di sisi Allah. Seandainya aku tidak di usir darimu (Mekah), pasti aku tidak meninggalkanmu.”

Ketika Rasulullah akan berangkat ke Madinah, beliau memandang ke arah Baitullah di Mekkah, lalu bersabda, “Sesungguhnya aku tahu bahwa Allah tidak membangun sebuah rumah (tempat beribadah kepada Allah) di bumi, yang lebih dicintai-Nya darimu (Baitullah).”

Ummul Mukminin Aisyah ra. juga sangat mencintai Mekah, tanah kelahirannya. “Seandainya tidak ada hijrah, niscaya aku tetap tinggal di Makkah. Sesungguhnya aku belum pernah melihat langit begitu dekat dengan bumi seperti di Mekah. Hatiku belum pernah merasakan ketentraman seperti di Mekah. Dan aku belum pernah melihat bulan pada suatu tempat, yang lebih indah dari yang aku lihat di Mekah,” katanya.

Adalah suatu hal yang sangat lazim, jika kita sangat mencintai seseorang, lalu suatu ketika kita terpisah jauh darinya, maka pasti akan sangat merindukan yang di cintai itu.

Demikianlah Rasulullah saw. sangat mencintai Mekah, sangat mencintai Baitullah. Dan ketika beliau berada jauh dari Mekah, beliaupun sangat merindukan Mekah yang sangat dicintainya itu.

Maka, tidalah salah kalau umat Islam yang kuat imannya pasti mencintai Mekah.*

 

BACA SELENGKAPNYA:
Manasik Haji
Makna Ihram
Napak Tilas Jabal Tsur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *