Waktu Melontar Jumrah

Waktu Terbaik untuk Melontar Jumrah

Oleh: Ustadz H Bobby Herwibowo (Pengasuh Majelis Al-Kauny)

TANYA: Ustadz, kapankah waktu terbaik melontar jumrah itu. Terima kasih.

Muhammad Hadi,
Demak

JAWAB:

Mulai tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah jamaah haji akan berada di Mina, kecuali mereka yang mengambil Nafar Awwal (berangkat pada rombongan pertama yang meninggalkan Mina pada tanggal 12 Dzulhijjah). Selama beberapa hari itu, seluruh jamaah melakukan mabit (bermalam/menginap) di sana seraya memperbanyak ibadah dan taqarrub kepada Allah. Tak kalah pentingnya, ada satu aktivitas ritual yang statusnya wajib dilakukan oleh setiap jamaah yang tidak berhalangan kondisi fisiknya, yakni melontar jumrah.

Melontar jumrah adalah salah satu ibadah wajib bagi jamaah haji. Pelaksanaannya sangat menguras fisik dan tak jarang menimbulkan risiko bagi keselamatan mereka.

Shalat Jumat di Arafah

Shalat Jum’at di Masjid Namirah, Arafah

Jamaah Haji Tunaikan Shalat Jumat di Masjid Namirah, 3 Okt. 2014

Jamaah Haji Tunaikan Shalat Jumat di Masjid Namirah, Arafah, pada saat wukuf, 3 Oktober 2014.

 

Adab Wukuf di Arafah

Adab-adab Wukuf di Arafah

Puncak ibadah haji yang agung adalah wukuf di Arafah, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw. bahwa haji itu adalah wukuf di Arafah.

Maka sayang sekali, bila puncak dari ibadah haji yang menjadi puncak rukun Islam ini dilewati tanpa adab. Nah, bagaimanakah adab seorang hujjaj ketika ia wukuf di Arafah?

1. Hendaklah bergerak dari Mina pada pagi tanggal 9 Dzulhijjah menuju ke Namirah melalui jalan Dhab. Sebenarnya diperbolehkan melalui jalan lain jika jalur Dhab sangat padat dan macet. Namun, tentu saja jalur tersebut yang lebih utama.

2. Disunahkan untuk mandi di Namirah sesudah matahari tergelincir di siang hari. Kemudian baru menuju Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Berkurban Ketika Haji

Berkurban Ketika Haji

Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

TANYA: Ustadz, jika kita sedang melaksanakan ibadah haji dan ingin berkurban, apakah harus di Mekkah atau di Tanah Air yang notabene kita menitipkannya kepada keluarga?

Hamba Allah

JAWAB:

Mayoritas atau jumhur ulama, seperti Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad berpendapat bahwa hukum berkurban adalah sunnah muakadah atau sunnah yang dikuatkan bagi orang yang hidup berkecukupan. Tapi, Abu Hanifah berpendapat, berkurban itu hukumnya wajib bagi mereka yang berkecukupan, kecuali orang yang sedang berhaji dan pada waktu itu berada di Mina.

Adapun mengenai berkurban bagi jamaah haji, menurut Imam Malik, tidak disunnahkan bagi jamaah haji, dan segala yang disembelih jamaah haji pada waktu dan tempat itu disebut hadyun bukan kurban.

Pengalaman Haji Haryono Suyono

Dituntun di Lautan Manusia

Prof Dr Haryono Suyono, mantan Menko Kesra RI

Prof Dr Haryono Suyono, mantan Menko Kesra RI

Haryono Suyono sebenarnya mendapatkan fasilitas dari negara untuk melaksanakan ibadah haji dengan ONH Plus bersama pejabat lainnya. Fasilitas kamar khusus disediakan, tidak perlu berjejal-jejal seperti jamaah reguler lainnya. Bahkan, dijamu sebagai tamu VIP oleh Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi.

Tapi, ia memilih menjalankan ibadah haji menggunakan fasilitas layaknya haji reguler. Kamar mewah dengan fasilitas lengkap dia tolak. Haryono memilih haji regular dan tinggal di pemondokan, sekamar dengan 20 jamaah haji Indonesia lainnya.

Panggilan hati untuk dekat dengan masyarakat dari hati kecil Haryono tak bisa ditolak, sebagaimana kerap ia lakukan saat menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra). Di dalam kamar yang penuh sesak dan tak ber-AC, Haryono merasakan suatu keakraban yang luar biasa.

Saling berbagi makanan, saling berbagi ruang. Bahkan, saling mengingatkan untuk beribadah menjadi keseharian selama ibadah berlangsung. Tak urung, usianya yang sudah cukup lanjut membuat ia ditempatkan sebagai orang yang dituakan.

Badal Haji dalam Mazhab Fikih

Badal Haji dan Pendapat Para Imam

Secara bahasa, badal haji atau haji badal berarti amanah haji atau menghajikan orang lain. Dalam terminologi fikih, badal haji adalah haji yang dilakukan seseorang atas nama orang lain yang sudah meninggal atau karena adanya uzur syar’i, baik rohani maupun jasmani.

Dengan kata lain, haji badal muncul berkaitan dengan seseorang yang telah dikategorikan wajib haji (terutama dari segi ekonomi) tapi tidak mampu melakukannya sendiri karena adanya halangan yang dilegalkan oleh syariat Islam.

Dari definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa badal haji dilakukan dalam salah satu dari dua kondisi; ketika yang diwakilkan masih hidup atau yang diwakilkan telah meninggal dunia.

Berkenaan dengan kondisi pertama, para ulama berbeda pendapat akan kebolehannya. Imam Hanafi, Syafi’i dan Hanbali membolehkannya dengan syarat orang tersebut memiliki uzur syar’i yang berlaku seumur hidupnya, atau setidaknya diduga akan berlangsung seumur hidup. Contohnya orang lanjut usia atau yang menderita sakit tanpa harapan sembuh, yang karena telah memiliki kemampuan secara ekonomi masuk dalam kategori wajib haji.

Amalan di Mina

Amalan yang Perlu Dilakukan Selama Mabit di Mina

TANYA: Ustaz, amalan apa yang harus dilakukan selama mabit di Mina ?

Hamba Allah
Cianjur, Jawa Barat

JAWAB:

Amalan selama mabit di Mina pada hari nahar dan tasyrik adalah:

Pertama, melontar Jumrah  ‘Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah. Waktu utama adalah dhuha. Namun dibolehkan hingga terbenam matahari. Jika ada uzur syar’i sehingga melewati waktu itu, tidak mengapa melontar setelah terbenam matahari. Caranya adalah dengan melontar tujuh kerikil dengan bertakbir pada tiap lontarannya. Lalu berdoa menghadap kiblat “Allahummaj’alhu hajjan mabruuron wa dzanban maghfuuron” (Ya Allah jadikanlah haji ini mabrur dan dosa yang diampuni).

Kedua, ber-tahallul. Mencukur rambut, baik dengan memendekkan maupun menggunduli. Gundul lebih utama dibandingkan cukur pendek. Nabi mendoakan 3 kali bagi yang dicukur habis (gundul) dan mendoakan satu kali bagi yang hanya memendekkan. Sedangkan untuk wanita cukuplah ber-tahallul dengan memotong beberapa helai rambutnya saja.

Ketiga, Jika memungkinkan, pada tanggal 10 Dzulhijjah tersebut jamaah berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan thawaf ifadhah beserta sa’i. Jika berat untuk dilakukan, dibolehkan menunda pelaksanaan thawaf ifadhah tersebut hingga akhir hari tasyrik, bahkan sebagian ulama membolehkan sampai akhir Dzulhijjah.

Hari Pertama di Mekkah, Jamaah Banyak Tersesat

Banyak Jamaah Haji Indonesia Tersesat di Hari Pertama di Mekkah

Jamaah Haji Mulai Padati Masjidil Haram

Jamaah Haji Mulai Padati Masjidil Haram

Di hari pertama kedatangannya di kota suci Mekkah, Selasa (9/9), jamaah haji Indonesia langsung menghadapi masalah dengan banyaknya jamaah yang tersesat, terutama saat berada di Masjidil Haram. Padahal situasi di Masjidil Haram saat ini relatif masih sepi, dan baru sangat penuh sekitar seminggu menjelang wukuf di Arafah.

Demikian dijelaskan oleh Muhammad Hasan, kepala sektor khusus Masjidil Haram panitia haji Indonesia. Jamaah Indonesia mulai berdatangan ke Mekkah pada Selasa malam dan mulai melakukan ibadah umrah wajib pada Rabu dini hari. “Tapi alhamdulillah, seluruh jamaah bisa kembali ke rombongannya atau ke tempat penginapan seteleh diberi bantuan dan pengarahan,” katanya kepada kantor berita Antara.

Menurut Hasan, jamaah banyak yang tersesat dari rombongan saat mengerjakan umrah. Kondisi di Masjidil Haram sendiri pada Rabu dini hari sudah mulai padat oleh jamaah dari mancanegara.

Masjidil Haram sendiri juga sedang diperluas, sehingga banyak peralatan dan bahan-bahan bangunan di sekitar masjid terbesar di dunia ini.

Amirul Hajj 2014

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Amirul Hajj Tahun Ini

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akan memimpin sendiri jamaah haji Indonesia tahun ini. Lukman akan berangkat ke Arab Saudi pada 25 September mendatang bersama para staf Amirul Hajj.

Sebagai Amirul Hajj, Menteri Agama akan didampingi para naib (wakil amirul hajj) dan anggota. Naib terdiri dari tiga orang, yakni Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Din Syamsudin, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj dan Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti. “Tapi karena alasan kesehatan, Pak Said (Ketum PBNU) mengundurkan diri dan akan segera kitacari gantinya,” kata menteri agama di Jakarta, hari ini (11/9).

Selaku sekretaris Amirul Hajj tahun ini adalah Achmad Gunaryo, Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri departemen Agama. Sedang anggotanya terdiri dari beberapa tokoh dan ormas Islam, yaitu: K.H. Malik Madani, KH Yunahar Ilyas, Habib Ali bin Muhammad al-Jufri, KH. Amal Fathullah Zarkasyi, Nabiel Fuad Almusawa, dan Lukman Hakim Hasibuan (Al-Washliyah).

Nigeria, Ebola dan Visa Haji

ِWarga Nigeria Tetap Boleh Naik Haji Meski Negaranya Terjangkit Virus Ebola

Jamaah Haji Nigeria

Jamaah Haji Nigeria

Pemerintah Arab Saudi tidak menolak jamaah haji dari negara-negara Afrika Barat, termasuk Nigeria, meski kawasan tersebut sedang terjangkit wajah ebola yang mematikan. Otoritas Saudi menilai, wabah itu tidak besar menyebar sehingga tidak terlalu mengkhawatirkan.

“Kami tetap memberi visa pada jamaah haji asal Nigeria. Ada sekitar 70.000 jamaah haji dari negara-negara Afrika Barat setiap tahunnya,” kata Mohammed al-Khasheem, wakil menteri kesehatan Arab Saudi kepada Arab News.

Namun demikian, pihak Kementerian Kesehatan Arab Saudi terus berkomunikasi secara intens dengan Organisiasi Kesehatan Dunia (WHO) menyangkut perkembangan terakhir penyebaran virus Ebola dan penyakit-penyakit menular lainnya.

“WHO memahami benar situasi di Mina dan Arafat selama musim haji, dan kita tidak perlu khawatir dengan kasus Ebola yang terjadi di Nigeria yang jumlahnya sedikit,” katanya.

Powered by WordPress | T-Mobile Phones for Sale at BestInCellPhones.com | Thanks to Free Phones at iCellPhoneDeals.com, Free MMORPG Games and Fat burning furnace review