Pengalaman Haji Haryono Suyono

Dituntun di Lautan Manusia

Prof Dr Haryono Suyono, mantan Menko Kesra RI

Prof Dr Haryono Suyono, mantan Menko Kesra RI

Haryono Suyono sebenarnya mendapatkan fasilitas dari negara untuk melaksanakan ibadah haji dengan ONH Plus bersama pejabat lainnya. Fasilitas kamar khusus disediakan, tidak perlu berjejal-jejal seperti jamaah reguler lainnya. Bahkan, dijamu sebagai tamu VIP oleh Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi.

Tapi, ia memilih menjalankan ibadah haji menggunakan fasilitas layaknya haji reguler. Kamar mewah dengan fasilitas lengkap dia tolak. Haryono memilih haji regular dan tinggal di pemondokan, sekamar dengan 20 jamaah haji Indonesia lainnya.

Panggilan hati untuk dekat dengan masyarakat dari hati kecil Haryono tak bisa ditolak, sebagaimana kerap ia lakukan saat menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra). Di dalam kamar yang penuh sesak dan tak ber-AC, Haryono merasakan suatu keakraban yang luar biasa.

Saling berbagi makanan, saling berbagi ruang. Bahkan, saling mengingatkan untuk beribadah menjadi keseharian selama ibadah berlangsung. Tak urung, usianya yang sudah cukup lanjut membuat ia ditempatkan sebagai orang yang dituakan.

Badal Haji dalam Mazhab Fikih

Badal Haji dan Pendapat Para Imam

Secara bahasa, badal haji atau haji badal berarti amanah haji atau menghajikan orang lain. Dalam terminologi fikih, badal haji adalah haji yang dilakukan seseorang atas nama orang lain yang sudah meninggal atau karena adanya uzur syar’i, baik rohani maupun jasmani.

Dengan kata lain, haji badal muncul berkaitan dengan seseorang yang telah dikategorikan wajib haji (terutama dari segi ekonomi) tapi tidak mampu melakukannya sendiri karena adanya halangan yang dilegalkan oleh syariat Islam.

Dari definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa badal haji dilakukan dalam salah satu dari dua kondisi; ketika yang diwakilkan masih hidup atau yang diwakilkan telah meninggal dunia.

Berkenaan dengan kondisi pertama, para ulama berbeda pendapat akan kebolehannya. Imam Hanafi, Syafi’i dan Hanbali membolehkannya dengan syarat orang tersebut memiliki uzur syar’i yang berlaku seumur hidupnya, atau setidaknya diduga akan berlangsung seumur hidup. Contohnya orang lanjut usia atau yang menderita sakit tanpa harapan sembuh, yang karena telah memiliki kemampuan secara ekonomi masuk dalam kategori wajib haji.

Amalan di Mina

Amalan yang Perlu Dilakukan Selama Mabit di Mina

TANYA: Ustaz, amalan apa yang harus dilakukan selama mabit di Mina ?

Hamba Allah
Cianjur, Jawa Barat

JAWAB:

Amalan selama mabit di Mina pada hari nahar dan tasyrik adalah:

Pertama, melontar Jumrah  ‘Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah. Waktu utama adalah dhuha. Namun dibolehkan hingga terbenam matahari. Jika ada uzur syar’i sehingga melewati waktu itu, tidak mengapa melontar setelah terbenam matahari. Caranya adalah dengan melontar tujuh kerikil dengan bertakbir pada tiap lontarannya. Lalu berdoa menghadap kiblat “Allahummaj’alhu hajjan mabruuron wa dzanban maghfuuron” (Ya Allah jadikanlah haji ini mabrur dan dosa yang diampuni).

Kedua, ber-tahallul. Mencukur rambut, baik dengan memendekkan maupun menggunduli. Gundul lebih utama dibandingkan cukur pendek. Nabi mendoakan 3 kali bagi yang dicukur habis (gundul) dan mendoakan satu kali bagi yang hanya memendekkan. Sedangkan untuk wanita cukuplah ber-tahallul dengan memotong beberapa helai rambutnya saja.

Ketiga, Jika memungkinkan, pada tanggal 10 Dzulhijjah tersebut jamaah berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan thawaf ifadhah beserta sa’i. Jika berat untuk dilakukan, dibolehkan menunda pelaksanaan thawaf ifadhah tersebut hingga akhir hari tasyrik, bahkan sebagian ulama membolehkan sampai akhir Dzulhijjah.

Hari Pertama di Mekkah, Jamaah Banyak Tersesat

Banyak Jamaah Haji Indonesia Tersesat di Hari Pertama di Mekkah

Jamaah Haji Mulai Padati Masjidil Haram

Jamaah Haji Mulai Padati Masjidil Haram

Di hari pertama kedatangannya di kota suci Mekkah, Selasa (9/9), jamaah haji Indonesia langsung menghadapi masalah dengan banyaknya jamaah yang tersesat, terutama saat berada di Masjidil Haram. Padahal situasi di Masjidil Haram saat ini relatif masih sepi, dan baru sangat penuh sekitar seminggu menjelang wukuf di Arafah.

Demikian dijelaskan oleh Muhammad Hasan, kepala sektor khusus Masjidil Haram panitia haji Indonesia. Jamaah Indonesia mulai berdatangan ke Mekkah pada Selasa malam dan mulai melakukan ibadah umrah wajib pada Rabu dini hari. “Tapi alhamdulillah, seluruh jamaah bisa kembali ke rombongannya atau ke tempat penginapan seteleh diberi bantuan dan pengarahan,” katanya kepada kantor berita Antara.

Menurut Hasan, jamaah banyak yang tersesat dari rombongan saat mengerjakan umrah. Kondisi di Masjidil Haram sendiri pada Rabu dini hari sudah mulai padat oleh jamaah dari mancanegara.

Masjidil Haram sendiri juga sedang diperluas, sehingga banyak peralatan dan bahan-bahan bangunan di sekitar masjid terbesar di dunia ini.

Amirul Hajj 2014

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Amirul Hajj Tahun Ini

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akan memimpin sendiri jamaah haji Indonesia tahun ini. Lukman akan berangkat ke Arab Saudi pada 25 September mendatang bersama para staf Amirul Hajj.

Sebagai Amirul Hajj, Menteri Agama akan didampingi para naib (wakil amirul hajj) dan anggota. Naib terdiri dari tiga orang, yakni Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Din Syamsudin, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj dan Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti. “Tapi karena alasan kesehatan, Pak Said (Ketum PBNU) mengundurkan diri dan akan segera kitacari gantinya,” kata menteri agama di Jakarta, hari ini (11/9).

Selaku sekretaris Amirul Hajj tahun ini adalah Achmad Gunaryo, Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri departemen Agama. Sedang anggotanya terdiri dari beberapa tokoh dan ormas Islam, yaitu: K.H. Malik Madani, KH Yunahar Ilyas, Habib Ali bin Muhammad al-Jufri, KH. Amal Fathullah Zarkasyi, Nabiel Fuad Almusawa, dan Lukman Hakim Hasibuan (Al-Washliyah).

Nigeria, Ebola dan Visa Haji

ِWarga Nigeria Tetap Boleh Naik Haji Meski Negaranya Terjangkit Virus Ebola

Jamaah Haji Nigeria

Jamaah Haji Nigeria

Pemerintah Arab Saudi tidak menolak jamaah haji dari negara-negara Afrika Barat, termasuk Nigeria, meski kawasan tersebut sedang terjangkit wajah ebola yang mematikan. Otoritas Saudi menilai, wabah itu tidak besar menyebar sehingga tidak terlalu mengkhawatirkan.

“Kami tetap memberi visa pada jamaah haji asal Nigeria. Ada sekitar 70.000 jamaah haji dari negara-negara Afrika Barat setiap tahunnya,” kata Mohammed al-Khasheem, wakil menteri kesehatan Arab Saudi kepada Arab News.

Namun demikian, pihak Kementerian Kesehatan Arab Saudi terus berkomunikasi secara intens dengan Organisiasi Kesehatan Dunia (WHO) menyangkut perkembangan terakhir penyebaran virus Ebola dan penyakit-penyakit menular lainnya.

“WHO memahami benar situasi di Mina dan Arafat selama musim haji, dan kita tidak perlu khawatir dengan kasus Ebola yang terjadi di Nigeria yang jumlahnya sedikit,” katanya.

Penipuan di Masjid Nabawi

Penipuan oleh PPIH Palsu Marak di Masjid Nabawi

Jamaah calon haji (calhaj) harus mewaspadai petugas Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) palsu yang masih beroperasi di sekitar kompleks Masjid Nabawi. Hingga Senin (8/9) sore, Bidang Perlindungan Jamaah PPIH Arab Saudi mencatat ada empat jamaah yang menjadi korban penipuan petugas palsu.

Calhaj yang tertipu itu umumnya tengah melaksanakan shalat Arbain di Masjid Nabawi. Mereka mengatakan dirayu seseorang yang mengaku petugas dari Indonesia. Bahkan, ada yang mengenakan rompi hitam mirip seragam petugas.

“Rompi ini tak ada emblem atau tanda khusus petugas PPIH yang ada bendera Indonesia, emblem bertuliskan ‘PPIH’ dan tulisan berbahasa Arab dengan latar warna hijau,” ujar Ketua Bidang Perlindungan Jamaah PPIH Arab Saudi Ahmad Riad Syafrudin di Kantor Teknis Urusan Haji Indonesia (TUH), di Jeddah, Arab Saudi, Senin sore.

Salah satu kasus kejahatan yang dialami jamaah calon haji yang terdata sampai akhir pekan lalu adalah penipuan terhadap Sumarni binti Kamaludin dari Embarkasi Ujung Pandang pada Selasa (2/9). Dia kehilangan uang biaya hidup selama di Tanah Suci (living cost) sebesar Rp 6 juta ditambah 500 riyal Arab Saudi.

Jamaah Haji Jepang

Catatan Harian Jamaah Haji Jepang tahun 1923

Nama Tanaka Ibe tercatat sebagai Muslim kedua Jepang yang mengerjakan ibadah haji ke Mekkah. Ia memulai perjalanan panjang dan bersejarahnya itu dari Tokyo pada 11 Desember 1923 M, tak lama setelah kota itu diguncang gempa bumi, dengan melewati beberapa negara.

Lelaki bernama Muslim H. Nur Muhammad ini tak lupa menuliskan catatan harian selama berhaji, yang kemudian dipublikasikan di sebuah majalah Jepang, Sky Shishi Kai, edisi ke-5, yang terbit pada 5 November 1933 M, atau sepuluh tahun setelah berhaji.

Ia sengaja mempublikasikan catatan hariannya melalui majalah agar kaum Muslimin Jepang berbondong-bondong menunaikan ibadah haji. Dan catatan harian ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Sarah Takahashi.

Berikut petikannya:

“Perjalananku dimulai dari Tokyo menuju Manchuria, melewati beberapa kota di Cina. Aku menghabiskan waktu hingga enam bulan di negeri itu. Di sana aku bertemu lima belas Muslim Cina yang juga akan berangkat ke Mekkah. Kami pun berangkat bersama-sama. Tiba di Hongkong, kami menjalani pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi. Vaksinasi ini wajib bagi siapa pun yang hendak bepergian ke luar negeri.

Pemindahan Makam Nabi

Arab Saudi Bantah Akan Pindahkan Makam Nabi Muhammad

Makam Nabi Muhammad saw.

Makam Nabi Muhammad saw.

Juru bicara Kantor Pusat Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Ahmed bin Muhammad Al-Mansouri menyanggah laporan yang muncul di Media Barat yang mengklaim makam Nabi Muhammad saw. akan dipindahkan.

”Wacana pemindahan makam Nabi saw. merupakan pandangan pribadi dari seorang peneliti yang telah menyampaikan pendapatnya dalam sebuah studi,” ujar Al-Mansouri dalam surat elektronik yang diterima Republika, Sabtu (6/9).

Lebih lanjut Al-Mansouri menegaskan sebagaimana kelaziman yang berlaku dalam suatu penelitian, apa yang disampaikannya semata-mata mencerminkan pandangannya sendiri.

”Sama sekali tidak merefleksikan pandangan dari Kantor Pusat Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi atau kebijakan Pemerintahan Kerajaan Arab Saudi,” papar Al-Mansouri menegaskan.

Pengalaman Haji Giring Nidji

Giring “Nidji” Merinding Ketika Berhadapan dengan Ka’bah

Giring Ganesha naik haji

Giring ‘Nidji” Ganesha

Giring Ganesha, vokalis grup band Nidji mengaku merinding sekujur tubuhnya, dari ubun-ubun hingga telapak kaki, ketika pertama kali melihat Ka’bah di Tanah Suci Makkah. Bahkan, pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1983, ini mengaku sempat menitikkan air mata. “Saat itu saya merasa begitu kecil dan merasa tidak ada apa-apanya di mata Allah,” akunya.

Lelaki yang menunaikan ibadah haji pada 2008 lalu itu menyatakan sangat beruntung bisa melihat dari dekat keindahan Ka’bah. Nidji mengaku sempat khawatir tidak bisa berhadap-hadapan langsung dengan monumen suci umat Islam tersebut.

“Saya sempat takut dan kawatir tidak akan dapat melihat keindahan bangunan suci itu dari dekat, padahal Ka’bah merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.”

Ada satu pengalaman yang tak pernah bisa terlupakan sepanjang hayat haji muda ini. Ketika berada di Mekkah, ia merasa mendapatkan energi yang amat besar. Pasalnya setiap jam bahkan setiap menit, ia menyaksikan ada saja jamaah haji yang shalat. “Jadi, merasa dekat banget sama Allah SWT,” ujarnya.

Powered by WordPress | T-Mobile Phones for Sale at BestInCellPhones.com | Thanks to Free Phones at iCellPhoneDeals.com, Free MMORPG Games and Fat burning furnace review