Rukun dan Sunnah Haji Ditinggalkan oleh Tim Pembimbing, Jamaah Haji Memilih Tanazul

Mengaku tidak dapat melaksanakan beberapa sunnah dalam rangkaian ibadah haji, beberapa jamaah haji memilih memisahkan diri (tanazul) dari rombongan mereka. Alasannya, mereka tak rela jika jauh-jauh datang dari tanah air tapi tidak bisa melaksanakan sunnah-sunnah haji.

Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) beralasan, beberapa sunnah memang tidak dapat dilaksanakan untuk kemashlahatan jamaah sendiri.

Mereka yang memisahkan diri dari jamaah haji dan memilih melaksanakan haji secara sendiri dikenal dengan istilah tanazul. Istilah ini cukup populer dikalangan jamaah haji yang betul-betul memahami syariat manasik haji dan ingin melaksanakan haji sesuai dengan tata cara manasik haji Rasulullah SAW. Jika mereka tetap bertahan di rombongan haji mereka, khawatir ada beberapa sunnah yang akan terlewatkan.
Baca selengkapnya

Posted in Berita | Tagged , , , | Leave a comment

Polisi Bubarkan Puluhan Ribu Jamaah yang Miqat di Sekitar Jamarat

Puluhan ribu jamaah haji memilih melakukan miqat atau bermalam di sekitar Jamarat di Mina dan tidak di maktab yang sudah ditentukan, sebagian merupakan warga lokal Arab Saudi dan jamaah mandiri yang tidak mempunyai maktab.

Pada Selasa (15/10) malam sampai Rabu (16/10) pagi, ribuan orang terus berdatangan memenuhi halaman jamarat. Bahkan, meluber sampai trotoar jalan dan median jalan mulai depan Al Malik sampai bagian bawah lorong menuju Jamarat.

Petugas kepolisian setempat dibuat kelabakan karena begitu mengusir satu keluarga akan muncul belasan keluarga lain yang menggelar tikar. Mereka bilang “maktab-maktab” artinya diminta bermalam di tenda masing-masing.
Baca selengkapnya

Posted in Berita | Tagged , , , , | Leave a comment

Jamaah Haji Bergerak ke Muzdalifah

Setelah menunaikan wukuf di Arafah dari tergelincirnya matahari hingga terbenam pada Senin (14/10), jamaah haji seluruh dunia yang berkumpul di Arafah bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam, termasuk jamaah haji Indonesia.

Jalanan menuju Muzdalifah pun dipenuhi bus-bus besar dan minibus jenis coaster (kapasitas 30 orang). Bus terus mengalir keluar masuk dari Arafah ke Muzdalifah dan sebaliknya. Sedangkan, jamaah haji Indonesia telah berkemas-kemas merapikan tas dan perlengkapan lainnya setelah maghrib, bahkan ada yang diminta bersiap sebelum maghrib.

Sekretaris Kepala Satuan Operasi Arafah, Muzdalifah, Mina (Armina) Solihuddin Nasution mengatakan, sebanyak 160 kloter sudah tiba di Muzdalifah pada pukul 21.30 waktu Saudi. Ada 380 kloter jamaah haji Indonesia. “Jadi sudah setengahnya,” kata Solihuddin di Arafah, Senin malam.
Baca selengkapnya

Posted in Berita | Tagged , , , , | Leave a comment

Memahami Makna Ibadah Haji

Ka'bah tawaf

Tawaf di Ka’bah

Dimensi ibadah haji yang perlu dipahami tidak hanya terfokus pada ritualnya semata, tapi juga hakikat dari seluruh ibadah yang diperintahkan Allah kepada manusia.

Rasulullah saw. pernah bersabda, ″Ambillah dari aku tata cara berhaji.″ Hadits Nabi tersebut menegaskan bahwa segala tata cara dalam berhaji sudah memiliki perincian maknanya masing-masing. ″Karena itu, para jamaah haji sangat perlu memahami makna tahapantahap an ibadah haji yang dilakukannya,″ kata Guru Besar IPB Bogor, Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS.

Ia menjelaskan, ketika kita memakai pakaian ihram dan mengumandangkan talbiyah, itu merupakan cerminan komitmen kita untuk datang memenuhi panggilan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji. ″Pakaian ihram yang sama untuk seluruh jamaah haji juga memiliki makna bahwa kita semua sebagai umat Islam adalah sama di mata Allah,″ lanjut dai kondang yang akrab dipanggil Kiai Didin itu.

Baca selengkapnya

Posted in Makna Ibadah Haji | Tagged , , , , | Leave a comment

Keutamaan Ibadah Haji

Ibadah haji adalah ibadah yang amat mulia dan merupakan bagian dari rukun Islam bagi orang yang mampu menunaikannya. Banyak keutamaan haji yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Antara lain:

1. Haji merupakan amalan yang paling utama

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata bahwa Nabi saw. pernah ditanya oleh seorang sahabat, “Amalan apa yang paling utamal?” Beliau menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Sahabat itu bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Sahabat itu bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Haji mabrur.” (HR. Bukhari)
Baca selengkapnya

Posted in Keutamaan Haji | Tagged , , , | 1 Comment

Pengalaman Haji Pemuda Amerika

Faisal: Aku Butuh Rasul Seperti Gurun Butuh Hujan

Usai Berhaji, Pemuda Amerika Bertekad Selalu dalam Naungan Islam

Faisal benar-benar terpesona melihat Ka’bah. Saat melangkahkan kaki di lingkungan Masjidil Haram, pemuda Amerika ini bergegas mendekat ke Baitullah.

Ketika mengelilingi Ka’bah (thawaf) seperti yang diperintahkan Allah sebagai tindakan pengabdian, ia bertanya-tanya mengapa begitu banyak penghalang antara dirinya dan Allah. “Aku mengingat-ingat berapa lama terhanyut tanpa membawa secuil rasa keimanan dalam hati,” ujarnya.

Tak mampu meneteskan air mata, sempat membuatnya berpikir hatinya telah mengeras. Tapi ia tahu betul, itu adalah saat yang tepat untuk bertaubat. Ia lantas tersadar, “Allah mencintaiku bahkan ketika aku memberikan hatiku untuk sesuatu yang lain. Ia membimbingku sampai pada akhirnya aku bersujud dan berdiam diri di pucak ibadah,” begitu pikirnya.

Ia tak bisa melepaskan diri dari Ka’bah, betapa pun ia mencoba. Ia sadar tengah berada di suatu tempat yang segalanya tampak seragam, satu warna. Putih seperti kain kafan. Merenungi perbuatannya di masa lalu, ia bertanya apakah sudah memiliki rasa takut yang besar kepada Allah.

Baca selengkapnya

Posted in Pengalaman Haji | Tagged , , , , | Leave a comment

Napak Tilas Jabal Tsur

Napak Tilas Jabal Tsur

Oleh : Ustadz Bobby Herwibowo (Pengasuh Majelis Al-Kauny)

TANYA: Ustadz, apakah perlu kita mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Makkah, seperti Gua Tsur?

Suparman, Cilandak

JAWABAN :

Saat seorang Muslim berada di Makkah al-Mukarramah, mungkin ia berkunjung ke sebuah tempat bersejarah di sana bernama Jabal Tsur. Tempat ini menjadi saksi sejarah penting umat Muslim generasi pertama. Tidak hanya Rasulullah SAW, tetapi juga Jabal Tsur memberi kesaksian atas pengorbanan hebat yang ditunjukkan oleh para sahabat Rasulullah SAW.

Memang tidak ada dalil yang memerintahkan untuk berkunjung ke Jabal Tsur. Namun, barangkali saat setiap Muslim membaca sejarah kemudian mereka mengunjunginya, maka akan ada satu benang merah yang dapat mereka rasakan bahwa dalam menyebarkan agama Allah SWT diperlukan pengorbanan.

Malam itu rumah Rasulullah SAW dikepung oleh sejumlah pasukan anak muda gagah perkasa dari seluruh kabilah kafir di Makkah. Mereka semua bermaksud membunuh Muhammad agar ia urung hijrah ke Madinah. Namun, kuasa Allah berkehendak lain. Rasulullah SAW beserta Abu Bakar bisa keluar dari kepungan dengan sebuah mukjizat yang membuat semua musuh tertidur. Dan, mereka pun keluar rumah dengan selamat. Saat para pembunuh itu terjaga dan merangsek masuk ke dalam rumah, di sana terlihat seonggok badan berselimut berada di atas dipan. Semua dari mereka sudah menghunus pedang untuk membunuh manusia berselimut yang dikira adalah Muhammad. Saat selimut tersingkap, ternyata dialah Ali bin Abi Thalib ra, sepupu sekaligus menantu Rasulullah yang rela menyabung nyawa demi menyelamatkan Rasul SAW.
Baca selengkapnya

Posted in Tanya Jawab Haji | Tagged , , , , | Leave a comment